Menjalankan bisnis yang bermitra dengan instansi pemerintah atau korporasi besar seringkali dianggap sebagai pencapaian prestisius karena volume order yang tinggi. Namun, realita di balik layar sering kali menyajikan tantangan likuiditas yang serius, terutama ketika termin pembayaran molor dari kesepakatan awal. Penundaan ini bisa menjadi efek domino yang mengancam operasional harian jika tidak dikelola dengan taktik yang presisi.
Diversifikasi Portofolio Pelanggan untuk Stabilitas
Langkah preventif pertama yang harus diambil adalah menghindari ketergantungan pada satu “paus” saja. Jika sebagian besar pendapatan Anda berasal dari satu klien besar yang sedang menunda pembayaran, maka seluruh bisnis Anda berada dalam risiko. Pastikan Anda memiliki bauran klien yang mencakup perusahaan skala menengah atau ritel yang memiliki siklus pembayaran lebih cepat. Diversifikasi ini berfungsi sebagai bantalan finansial yang menjaga kas tetap mengalir meskipun proyek besar sedang macet di bagian administrasi.
Pemanfaatan Fasilitas Invoice Financing
Ketika tagihan sudah diterbitkan namun dana belum masuk, Anda bisa memanfaatkan strategi invoice financing atau anjak piutang. Ini adalah solusi di mana institusi keuangan memberikan talangan dana hingga 80% dari nilai tagihan yang belum dibayar. Dengan cara ini, Anda tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan modal kerja kembali. Meskipun ada biaya bunga atau diskon yang harus dibayar, likuiditas yang terjaga jauh lebih berharga untuk memastikan gaji karyawan dan biaya operasional tetap tertutupi tepat waktu.
Negosiasi Termin Pembayaran Bertahap
Alih-alih menyetujui sistem pembayaran penuh di akhir proyek (Lump Sum), cobalah untuk menegosiasikan pembayaran berdasarkan termin atau milestone. Mintalah uang muka yang cukup untuk meng-cover biaya variabel produksi di awal. Dengan memecah tagihan menjadi beberapa bagian kecil, risiko gagal bayar atau penundaan yang masif dapat diminimalisir. Jika terjadi kendala pembayaran di tengah jalan, Anda memiliki posisi tawar untuk menghentikan sementara pekerjaan sebelum kerugian membengkak lebih jauh.
Peninjauan Ketat Terhadap Klausul Kontrak
Banyak pengusaha terjebak karena tidak memperhatikan detail denda keterlambatan dalam kontrak. Pastikan Anda memasukkan klausul mengenai bunga keterlambatan pembayaran secara jelas. Meskipun menghadapi pemerintah atau klien besar terasa mengintimidasi, memiliki dasar hukum yang kuat akan membuat mereka lebih disiplin dalam memproses invoice Anda. Selain itu, pastikan seluruh dokumen administrasi seperti berita acara serah terima atau surat perintah kerja sudah lengkap dan tanpa cela untuk menghindari alasan penundaan yang bersifat teknis.










